Tuesday, November 4, 2008

Fish Steak ala Teriyaki


FISH STEAK ala TERIYAKI
By: Lia, Dapurgue
Bahan:
400 gr fillet ikan
2 siung bawang putih, parut
2 sdm air jahe
50 ml light soy sauce
1 sdm gula palem
2 sdt air jeruk lemon
1 sdt minyak wijen
1 sdm minyak sayur
100 ml air matang
Cara:
Aduk ikan dengan semua bahan kecuali air matang, diamkan di kulkas selama satu jam.
Panaskan wajan, masukkan ikan, aduk hingga berubah warna.
Tambahkan air, masak dengan api medium sambil sesekali dibalik hingga kuah menyusut.
Sajikan hangat dengan sayuran blansir atau rebus.
Note:
Pakai ikan jenis apa aja, bisa fillet utuh atau dipotong2.
Kalo gaada light soy sauce bisa diganti kecap asin biasa *atur takarannya biar ngga keasinan*
Takaran gula bisa ditambah sesuai selera atau diganti madu
Kalo suka herbs bisa ditambahkan. Di foto bawah aku nambahin ketumbar bubuk, black pepper dan mixed herbs.

Monday, November 3, 2008

Konsep Njepret [Home Food Photography # 4 : Konsep]

Untuk pertamakalinya niy ikutan event :D Hasil komporan Pepy untuk ikut serta Home Food Photography, suatu agenda rutin yang diadain Mbak Dita dengan tema berbeda2 setiap event. Kali ini HFP memasuki putara keempat dengan tema KONSEP.
Nah lo! Secara aku baru bebrapa hari pegang kamera yg layak dan masih level poket point & shoot, rada jiper juga mo ikutan. Liat2 di blognya Mba Dita mah peserta HFP rata2 uda pada jagoan semua.

Sedikit tentang kamera. Sebelumnya aku cuma pake poket jadul Kodak C530, bener2 jenis kamera yang khusus dipake bergembira ke taman ria tanpa mikir :)) Temen2 tentunya uda pada tau gimana kualitas poto yg kutayangin saban aku posting resep baik di blog maupun milis. Apa adanya banget, hanya bisa main angle dowang karna tak ada macro & optical zoom palagi setting2 lain huh kelautaje. Rayu2 hubby minta upgrade kamera, pengennya semi-pro kan gak rontok2 banget di kantong kalu dibandingin si bini bawel ini ngrayu minta yang pro. Eh ngga diijinin karna... hehehehe, ngaku deh, lima bulan belakangan ini si bini bawel tagihan bulanannya uda out of control. Inipun masi belum keitung bbrp barang yg lagi inden *oh pantes aja gak diijinin, dompetnya gampang bocor seh*. Padahal hasrat untuk motrek spt karya para foodieblogger lainnya udah di ubun2 :((

Ya sudahlah, lupakan saja kamera semi-pro. Mari kita berbahagia dengan tetap mencintai kamera poket point & shoot. Ini hari keenam aku pegang Canon PS A580. Dengan demikian, poto2 pun terlahirlah dari seorang PS-A580 yang tidak dilengkapi image stabilizer. Aseli kalo ini mah salah beli, gak teliti bandingin asal ngliat fiturnya ada setting manual ngga semuanya auto/preset, ambil deh. Padahal cuma nambah dikit dowang uda dapet kakaknya A590 yg ada IS-nya. Pasrah lagi ajah deh, kan masi bisa ganjel sana-sini biar stabil.

Balik ke HFP#4 tentang Konsep.

Hmm... sebenernya aku ngga terlalu banyak ngikutin teori2 fotografi. Aku mengutamakan look & feel, kamera dan obyek kuutak-atik secara spontan tanpa perhatian khusus ke aspek2 teknis. Bahkan konsep pun sangat seringkali bukan terlahir dari perencanaan sebelum foto. Konsep lahir begitu saja on the spot ketika aku mulai melakukan take, saat itu pula aku meraba feel yang tepat untuk obyek yang sedang kufoto. Apalagi... masi baru ajah pake kamera yg memadai kekekeke....

Seperti foto Udang Paprika ini. Sebenernya bentuk masakannya adalah tumisan, aku ngga merencanakan bikin sate. Aku juga ngga menyiapkan props pendukung karena niatnya aku fokus ke karakter udang daripada styling. Ketika mulai take, ternyata aku ngga dapet feel-nya. Udang bercampur baur dengan parika dalam piring kotak melengkung yang menyusahkan usahaku shoot dari samping karena lengkungnya. Mikirin dipindah ke piring datar pun, udangnya masih kurang cantik krn mau ngga mau aku take dengan sudut 45 yang berusaha kuhindari. Akhirnya muncul ide disusun di tusuk sate, nah barulah aku mendapatkan feel yang pas.

Berikutnya seolah mengalir menggerakkan tangan selama merasakan feel tsb untuk nyomot ini itu dan menatanya. Sate supaya cantik disusun berdiri rada miring jadi perlu ganjal yang diusahakan ngga merusak karakter sate. Untuk menguatkan konsep sate yang identik dengan hangat, nasi kutempatkan dalam mangkuk gelap dengan sejumput wortel serut untuk sedikit menarik perhatian pada semangkuk nasi sebagai "elemen hangat". Kalo ngga dikasi wortel kehadiran nasi kurang brasa padahal dia penegas feel hangat meski sekedar background. Kehangatan akan lebih brasa dalam atmosfir yang sedikit mendung, dingin atau agak muram. Untuk mendapatkannya aku tempatkan sebuah loyang kue kering di background *huahahaha... loyang kukis bo!* Warna aluminium kusam memberi atmosfir dingin mendung diluar sana, padahal lighting matahari pagi dari jendela samping kiri cukup cerah tanpa mendung. Kekurangan yang kurasa, si sate udang ngga ada browning khas sate sama sekali hahahahaha... Eits, ngeles dong. Kan emang tumisan, dan sate gak selalu dibakar ada juga sate goreng *sudahlah, ratu ngeyel* :P

Kesan warm yang berbeda aku terapkan pada Ayam Bumbu Rujak. Kali ini feelnya kudapat sejak saat memasak. Aku ingin kesan warm & eksotis pada fotonya seperti eksotisnya kuliner kita. Eksotis tidak selalu berasosiasi pada pernik2 etnik. Eksotis bisa terasa melalui sentuhan warna dan rasa. Berbahan dasar ayam, kupilih paha yg nyata2 menunjukkan identitas ayam daripada dada yang cuma berbentuk gumpalan tak jelas, atau leher-kepala-ceker yang lebih banyak orang ngga suka :D Selain paha (bawah ato utuh atas-bawah) sebenernya sayap ayam juga pilihan yang baik. Tapi sayap ayamnya terlanjur dicomot hubby :P
Spt biasa, aku demen minimalis tak banyak props. Kupilih mangkuk coklat krn cuma itu mangkukku yang cakep hahahaha... lagipula emang cocok kan untuk konsep eksotis :D Aku ingin kesan eksotis muncul dari warna dan rasa maka aku tebarkan beberapa bebumbuan di sekitarnya sebagai elemen pembentuk rasa masakan tsb yg berempah. Background coklat dari board yg biasa dipake untuk alas kue, cukup menguatkan kesan hangat dan elegan *ciee...* sekaligus menguatkan fokus pandangan pada masakan nan eksotis.

Kesan eksotis hangat elegan berubah jadi eksotis hangat menggairahkan hanya dengan mengganti background. Tanpa mengubah seluruh elemen2nya termasuk lighting dan posisiku melakukan take sekalipun, selembar selendang merah bermotif samar kuhamparkan menutupi board coklat tadi dan sebagian alasnya, taraaa..... kesannya jadi panas bergairah dalam eksotisme yang tetap terjaga.

Lain waktu aku pengen motret rempah2 kering, semata2 untuk dokumentasi dan share di milis ato blog karena banyak yang belum paham bentuk rempah2 dalam resep. Sambil pegang nampan isi rempah2 dan kamera sekaligus, clingak-clinguk cari wadah. Ada nampan kayu coklat tua mejeng dengan gamblang, oh no... rempah2 ini udah setengah kayu coklat tua, akan monoton kalo pake wadah kayu coklat tua itu. Mendadak liat loyang lidah kucing tergeletak, aku spontan nyengir dapet ide sekaligus feel-nya. Niat asal foto dokumentasi jadi buyar pengen berfoto cantik. Aku segera menginginkan konsep minimalis but precious, seperti halnya rempah2 yang precious.
No props, no background, rempah2 are the stars by themselves. Lekuk2 rendah loyang lidah kucing berguna untuk wadah rempah2 tanpa sampai tenggelam dan sifat materialnya yang memantulkan lighting dengan lembut, sangat catchy & perfect untuk menonjolkan rempah2 kering nan cantik itu.

Well.... terlalu panjang lebar banget yah :P Sampe sini jangan2 uda pada ketiduran ga tahan dg dongengku yang ngalor ngidul hihihihihi....
And that's all the way I put the concept on my photos. Sangat jarang merencanakan konsep foto sebelum action, seringkali konsep lahir mendadak seperti datangnya ide, dan bergerak begitu saja on the spot. Tapi aku yakin seiring dengan waktu sambil terus practice, learning by doing terus menerus, pemahaman konsepku bisa lebih baik, lebih teratur dan rapi, ngga melulu dadakan serabutan samber sana-sini. Kalo aku jadi tukan poto beneran pasti sering dimarahin customer dengan cara yang sering dadakan gak well prepared begituh.

Thx Mba Dita yang menyelenggarakan event ini. My very first event loh Mbak, jangan dimarahin kalo ngobrolnya kepanjangan, masih kemaruk soale wakakakakaka.... *nyang kameranya baru 6 hari euy*

Buat temen2 yang mo ikutan, kunjungi link ini ntuk aturan mainnya. Tak lupa, pls input2nya buatku yaaaa..... salam keep jeprets!

Udang Paprika

Bener2 cepet dan mudah banget bikinnya, sangat minimalis karena pengen nonjolin rasa asli udangnya sendiri. Pilih udang sesegar mungkin untuk mendapatkan rasa yang maksimal. Paprika yang kaya antioksidan dipilih sebagai penyeimbang, tetap selalu lezat meski tanpa dibumbui. Masak dengan cepat sehingga semua bahan masih renyah dan rasa aslinya keluar sempurna.

Udang Tumis Paprika
By: Lia, Dapurgue
Bahan:
300 gr udang jerbung, kupas & tinggalkan ekornya
Paprika merah kuning hijau, potong2
1/3 sdt gula pasir
1/3 sdt garam/secukupnya
2 sdt kecap asin
3 sdm minyak sayur
Cara:
Aduk udang, garam dan gula pasir, diamkan 15 menit di kulkas.
Panaskan minyak sayur, masukkan udang, tumis hingga berubah warna.
Tambahkan kecap asin, tumis 2 menit.
Masukkan paprika, masak hingga paprika agak layu, matikan api.
Sajikan hangat . Untuk penyajian yang lebih menarik bisa disusun berselang-seling pada tusuk sate.

Sunday, November 2, 2008

Ayam Bumbu Rujak


Ayam bumbu rujak ini kubawa sbg potluck di acara HBH hari minggu kemarin. Spt biasa… ala Lia hehehe, soale demen nambah ini itu yg diluar bumbu standard.
Aku pakein trasi dengan takaran lebih, dengan lengkuas, serai dan daun jeruk yang ikut dihaluskan. Rasanya jadi rada beda daripada ayam bumbu rujak pada umumnya, tapi… lebih mantep!

AYAM BUMBU RUJAK
By: Lia, Dapurgue
Bahan:
1 kg ayam, potong2 sesuai selera
3 batang serai (sisihkan pangkalnya 3cm), geprak
750 ml santan (kental tidaknya sesuai selera aje)
1 sdt garam + 1 sdt cuka + 100ml air, larutkan
2 sdt garam
1 sdm gula merah
Minyak goreng
Bumbu Halus:
12 buah cabe merah
5 cm lengkuas
1.5 sdt terasi
3-4 butir kemiri, goreng
8 butir bawang merah, goreng utuh matang
5 siung bawang putih, goreng utuh matang
6 lembar daun jeruk
3 pangkal sereh, iris2
Cara:
Aduk potongan ayam dengan campuran garam & cuka, diamkan 15 menit di kulkas.
Goreng ayam sampai matang, jangan sampai kering, tiriskan.
Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus dan tangkai sereh hingga wangi dan matang.
Masukkan ayam goreng, tuangi santan tambahkan garam dan gula.
Masak di wajan dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah menyusut setengah.
Sajikan hangat.

Thursday, October 30, 2008

My Life is Like Crytallized Mango

Crystallized Mango, you can find it easily in sweet stall in the market or store.
In fact you cant say it's sweet cos it's sour indeed. Either you cant say it's sour with lots of sugar evenly coat it.



Sometimes it's sour

then i think life is sore

Sometimes it's sweet
too much will give me a beat

Truly i need it two
My life wants it too

Sweet wouldn't dare to beat
And sour wouldn't be that sore
Let them both meet
Have them enrich me more

Tuesday, October 28, 2008

Empal Gepuk

Ini request dari hubby & abah yang lagi kangen empal gepuk bikinanku. Wiken kemaren blio bdua juga request soto betawi, lagi pada kangen dimasakin daging hihihihi... tapi sori soto betawi lupa gak dijepret, tar kalo bikin lagi insyaAllah tayang deh. Kebetulan untuk beberapa masakan tertentu abah merasa lebih cocok dengan buatanku dibanding buatan ummi. Mungkin karena selera kami sama. Kalo ummi lebih suka masakan2 yang jawa banget sementara abah sama seperti aku, demen travel kemana2 dan hunting makanan enak, jadi lidah abah banyak terpengaruh dari hasil petualangannya hehehe...

Aku sendiri, kangen juga masak yang berat2 meski gak nikmatin hasilnya. Tapi puas banget melihat abah & hubby makan penuh penghayatan sampe nambah2.

EMPAL GEPUK
By: Lia, Dapurgue
Bahan:
500 gr daging bagian paha
1 liter air
500-750 ml santan
2 sdt gula merah ato secukupnya
1.5 sdt garam ato secukupnya

Rempah:
5 lembar daun salam
5 lembar daun jeruk
2 batang sereh, geprak
4 cm lengkuas, geprak
3 sdt ketumbar bubuk

Bumbu Halus:
10 butir bawang merah
7 siung bawang putih
4 cm kunyit
2 cm lengkuas

Cara:
Rebus daging dengan air hingga setengah empuk.
Tiriskan daging dan iris2 searah serat, sisihkan kaldu untuk keperluan lain.
Satukan daging, santan, garam, gula, rempah2 dan bumbu halus di wajan, ungkep tertutup rapat dengan api kecil hingga empuk banget dan bumbu hampir mengering.
Angkat potongan daging, kalo perlu memarkan pake ulegan *tanpa dimemarkan sebenernya udah rada babak belur sih*
Panaskan sedikit minyak di wajan datar,
ratakan. Goreng empal sekitar 2 menit setiap sisi atau sampai kecoklatan.
Sajikan dengan sayuran.

Note:
Gunakan air kelapa untuk memeras santan agar warna coklatnya lebih cantik, kurangi gula secukupnya.

Monday, October 6, 2008

Tumis Sayur Warna-Warni

Lebaran fest usai sudah, kue2 dan minuman2 manis, masakan2 gurih bersantan pekat, semuanya identik dengan lebaran. Hari ini kembali tobat, memulai lagi makan ringan dan sehat. Aneka sayuran berwarna sudah pasti tinggi vitaminnya. Bisa pakai sayuran apa saja sesuai selera. Tumis sebentar saja agar sayuran tetap renyah manis dan ngga rusak kandungan nutrisinya.


Tumis Sayur Warna-Warni
By: Lia, Dapurgue
Bahan:
1 batang wortel, iris halus
3 lembar kol merah, iris halus
4 sdm kacang polong beku
2 sdm minyak sayur
5 butir bawang merah iris halus
3 siung bawang putih iris halus
1/3 sdt garam
seujung sdt gula pasir
sejumput merica bubuk
50 ml air kaldu segar
Cara:
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan putih hingga layu kekuningan.
Tuangi kaldu, didihkan.
Masukkan wortel dan kacang polong, aduk2 selama 1 menit.
Bumbui garam, gula dan merica bubuk.
Masukkan kol merah, lanjutkan memasak dengan api besar selama 1 menit sambil diaduk2.
Angkat & sajikan segera.
Note:
Tumisan ini sebaiknya segera disajikan dan dihabiskan karena bila terlalu lama warnanya ngga cantik lagi kelunturan kol merah.